Minggu, 28 September 2014

Fungsi Bahasa

Fungsi Bahasa Secara Umum :

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang dilakukan oleh anggota masyarakat melalui bunyi yang dihasilkan melalui alat ucap manusia. Selain berkomunikasi melalui bahasa, biasanya orang menggunakan alat komunikasi yang telah disepakati sebelumnya. Gambar-gambar, bunyi-bunyian dan sebagainya bisa dijadikan sebagai alat komunikasi.
Berkomunikasi melalui bahasa lebih kompleks dibandingkan dengan media lain. Karena bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh alat ucap manusia mempunyai nada dan arti yang berbeda.

     Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

1.  Alat Menyatakan Ekspresi Diri
Pada awalnya, seorang anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan kehendaknya atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yakni ayah-ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu.

2.      Alat Komunikasi

Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman dengan kita.
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita.

3.      Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial

Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Anggota-anggota masyarakat  hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya, serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya.

Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.

4.      Alat Kontrol Sosial

Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal.

Ø  Peristiwa yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia

1.      Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan ia dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
2.      Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
3.      Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.
4.      Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
5.      Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.
6.      Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7.      Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8.      Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
9.      Pada tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.
10.  Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan  Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
11.  Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
12.  Kongres bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21-26 November 1983. Ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
13.  Kongres bahasa Indonesia V di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 3 November 1988. Ia dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
14.  Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Syarikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
15.  Kongres Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada tanggal 26-30 Oktober 1998. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut:
1.      Keanggotaannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra.
2.      Tugasnya memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

   Pemikiran yang akan datang tentang perkembangan bahasa Indonesia

Indonesia menjadi salah satu Negara yang mudah menerima masuknya budaya dan bahasa dari luar. Dengan cepat perkembangan budaya dan bahasa tersebut meluas yang membuat sebagian besar orang melirik dan ingin mempelajarinya. Tentu saja mempelajari semua itu disini tidaklah susah, karna sudah banyak wadah yang dibentuk untuk mempermudah mempelajarinya.Dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan, mempelajarinya pun menjadi lebih mudah.

Lalu bagaimana dengan bahasa kita sendiri? Tentu saja tetap dipakai untuk komunikasi sehari-hari. Tetapi apakah dengan adanya ini semua akan bertahan lama?
Mempelajari bahasa Indonesia tentu haruslah semenyenangkan dengan mempelajari bahasa lain. Dengan media pembelajaran yang makin menarik tentu akan menjadi lebih mudah. Jika kita merasa senang mempelajari bahasa lain kenapa harus merasa berat mempelajari bahasa sendiri?
 
        Bahasa Indonesia mempunyai sejarah panjang perkembangannya, tentu kita tidak mau sejarah itu perlahan-lahan hilang bukan?Dengan mempelajarinya dan mengenalkannya kepada masyarakat dunia tentunya menjadi kebanggaan untuk rakyat Indonesia. Semua itu harus dimulai dengan dukungan para generasi muda yang akan menjadikan bahasa kita sebagai salah satu bahasa internasional.

http://dmsprmn.blogspot.com/2012/10/fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi.html


Selasa, 01 Juli 2014

TEAM WORK


Manusia adalah makhluk sosial yang artinya tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Interaksi antar manusia dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, apakah itu dalam bermasyarakat,kebudayaan ataupun organisasi. Interaksi juga diperlukan dalam sebuah teamwork, karena jika tidak adanya interaksi tidak mungkin sebuah teamwork akan berjalan sebagaimana fungsinya.

    A.     Pengertian dan Karakteristik Kelompok
Pengertian Kelompok Menurut Beberapa Ahli :
1.Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
2.Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.
3.Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.

Karakteristik Kelompok :
Karakteristik yang langsung mempengaruhi efektivitas kerja lebih mengarah pada pencapaian sasaran kerja dan pembentukan karakter produktif, seperti; pola sikap,perilaku dan pola tindak para anggota organisasi yang selalu ingin mencapai hasil kerja yang tinggi.

Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
2. Adanya interaksi yang terus menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok
4. Adanya norma – norma kelompok
5. Adanya diferensiasi peran
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktivitas bertambah atau meningkat
8. Saling membagi tujuan yang sama

B.     Tahapan Pembentukan Kelompok

Tahap pembentukan kelompok terdiri dari 5 tahap, yaitu :
    1.      Tahap Pembentukan
Tahap pertama dalam perkembangan kelompok, dikarakteristikan oleh banyaknya ketidakpastian.
   2.      Tahap Timbulnya Konflik
Tahap kedua dalam perkembangan kelompok, dikarakteristikan oleh konflik intrakelompok.
   3.      Tahap Normalisasi
Tahap ketiga dalam perkembangan kelompok, dikarakteristikan oleh hubungan yang dekat dan kekohesifan.
   4.      Tahap Berkinerja
Tahap keempat dalam perkembangan kelompok, ketika kelompok tersebut sepenuhnya fungsional.
   5.      Tahap Pembubaran
Tahap terakhir dalam perkembangan kelompok untuk kelompok-kelompok sementara, dikarakteristikan oleh perhatian untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas dibandingkan penampilan tugas.


    C.     Kekuatan Team Work
1.       Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan   
        kepentingan.
2.      Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
3.      Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda    
        mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
4.      Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus
         disingkirkan.
5.      Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan
         individual.
6.      Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa  
         menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
7.      Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi  
         modal  sukses bersama.
8.     Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan
        segera terealisasi.
9.      Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.
10.    Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan
       mempercepat proses pencapaian target.
11.   Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada
        pemboikotan kerjasama.
12.  Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target
        tidak perlu waktu yang lama.
13.  Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.

    D.    Implikasi Manajerial
Implikasi menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti sebab oleh sebab itu implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada proses management team.













Daftar Pustaka
Hutapea,Parulian, Nurianna Thoha,2008,Teori,Desain,Kasus dan Penerapan untuk HR serta Organisasi yang Dinamis,Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama
Robbins, Stephen P,Timothy A.Judge,2008,Perilaku Organisasi Edisi 12,Jakarta:Salemba Empat
Kekuatan Team Work http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-karakteristik-kelompok.html diakses pada 29 Juni 2014 pukul 22:15
Pengertian Kelompok http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/pengertian-dan-karakteristik-kelompok/ diakses pada 29 Juni 2014 pukul 22:47

Minggu, 01 Juni 2014

Ennichisai 2014

Ennichisai adalah salah satu festival Jepang tahunan yang diadakan di Jakarta. Tahun ini adalah tahun ke-5 festival ini digelar yang setiap tahunnya diadakan di Blok M Square pada tanggal 24- 25 Mei 2014. Ennichisai bisa dikatakan event wajib para pecinta Jepang, karna di event ini mereka dapat menyalurkan hobi masing-masing. Dari yang hobi menjadi cosplayer, yang suka motret para cosplayer(kameko), sampai yang hobi berburu figma anime pun berbaur disini. Tidak hanya untuk pecinta Jepang, event ini terbuka untuk umum dan pengunjungnya pun bertambah tiap tahunnya.



Tahun ini saya ke Ennichisai bersama teman kampus, selain untuk refreshing ditengah-tengan ujian alasan kesini pun karna ingin bertemu teman-teman satu hobi yang terkadang hanya bisa kumpul di event-event seperti ini aja. Agenda pertama disini adalah melihat performance dari Lumina Scarlet. Walaupun tampilnya jam setengah 12 siang tetapi antusias dari fans Lusca sangat besar dan itu membuat member Lusca lebih semangat. 





Setelah melihat perform dari Lusca,selanjutnya ada performance dari Diasta. Selesai menyaksikan performance di stage pop, kami pun berkeliling venue untuk melihat-lihat. Salah satu acara yang wajib ada pada event Jepang salah satunya adalah Omikoshi. Omikoshi adalah tandu suci (kuil Shinto) selama matsuri (festival jepang) yang ada Omikoshinya, orang akan memanggul Omikoshi sambil menggoyangkannya dengan cepat, naik dan turun dan sedikit ke kanan dan ke kiri.






Setelah serangkaian acara yang digelar selama 2 hari ini selesai, festival ditutup dengan taiko dan hanabi (kembang api) .


Selasa, 13 Mei 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi



PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan
Dalam hidup kita dihadapi oleh pilihan,apakah itu pilihan yang menguntungan ataupun tidak. Kita dilatih untuk dapat memutuskan pilihan yang mana yang akan diambil dengan objektif, dengan kata lain tidak memihak dan merugikan yang lain. Apalagi jika kita menjadi ketua dalam suatu organisasi atau perkumpulan yang menuntut untuk pengambilan keputusan dengan adil. Tentu masing-masing anggota berhak berpendapat tentang pilihan tersebut dan kita harus memutuskannya dengan bijak dan juga perhitungan matang.
·         Jadi apakah definisi dari keputusan itu?
Keputusan adalah suatu hal yang telah ditetapkan dan tidak dapat diganggu gugat. Karna sudah ditetapkan maka keputusan tersebut valid. Keputusan yang diambil harus memenuhi persetujuan 50%+1 dari keseluruhan anggota organisasi atau perkumpulan. Jadi semua setuju ataupun tidak tetap harus setuju pada keputusan yang ada.
·         Apakah dasar untuk pengambilan keputusan tersebut?
 Pengambilan Keputusan Rasional
      Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah – masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang di akui saat itu.

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
      Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya pengambilan keputusan didukung oleh sejumlah fakta yang memadai. Sebenarnya istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
      Sering kali terjadi bahwa sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini sebelumnya pernah terjadi.
Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.
 Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
        Banyak sekali keputusan yang diambil karena wewenang (authority) yang dimiliki. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.
Keputusan yang berdasarkan wewenang memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain : banyak diterimanya oleh bawahan, memiliki otentisitas (otentik), dan juga karena didasari wewenang yang resmi maka akan lebih permanent sifatnya..





Jenis-Jenis Keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :

Ø  Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
Ø  Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
·         hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
·         setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
·         setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain.
·         jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan.
·         pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik.
·         pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama.
·         diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik.
·         setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul.
·         setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Selain faktor faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan menurut terry seperti contoh diatas ada juga faktor faktor yang lainnya yaitu :
A.    posisi
dalam mengambil suatu keputusan posisi sangat menentukan yaitu apakah posisi seseorang itu masuk kedalam pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan(decision taker) atau karyawan (staff) karena dari penentuan posisi inilah kemudian dapat ditentukan bagian apa yang harus dikerjakan pada posisinya masing masing sehingga keputusan yang diambil bisa tepat
B.     masalah
masalah atau problem merupakan suatu penghalang untuk tercapainya suatu tujuan, jadi dalam mengambil suatu keputusan harus benar benar dipahami masalah yang sedang dihadapi sehingga kita bisa mengambil keputusan yang  tepat dan juga suatu tujuan dapat tercapai
C.     situasi
situasi merupakan keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat
D.    kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya
E.     tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.

Implikasi Manajerial
Seorang pemimpin harus memperhatikan semua aspek dalam pengambilan keputusan. Selain itu juga harus terampil dalam menyelesaikan masalah yang mungkin timbul saat proses pengambilan keputusan terjadi. Keputusan harus dapat diterima oleh semua anggotan dan dapat melaksanakannya.



Daftar Pustaka
Syamsi,Ibnu. Pengambilan Keputusan (Decision Making) Jakarta : Bina Aksara 1989
Syafaruddin & Anzizhan, 2004, Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan, Jakarta, Grasindo.

Candra,Jenis-jenis keputusan organisasi http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/dasar-pengambilan-keputusan-jenis-jenis.html diakses pada 11 Mei 2014 pukul 20:10
Dimas, Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan http://dimasihsanprasetyo.blogspot.com/2013/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-dalam.html
diakses pada 11 Mei 2014 pukul 21:35