Selasa, 22 Oktober 2013

ORGANISASI



  • ·         Definisi Organisasi


Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu


  • ·         Organisasi Menurut Para Ahli:


1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


  • ·         Syarat Organisasi:


1.      Adanya visi dan misi
2.      Keselarasan tujuan
3.      Adanya struktur jabatan dan
4.      Adanya pembagian kerja.

Berdasarkan bentuknya organisasi dapat di klasifikasikan kedalam 4 jenis yakni :
1. Organisasi garis
2. Organisasi garis dan staff
3. Organisasi fungsional
4. Organisasi panitia

Namun secara umum organisasi dibedakan dalam beberapa jenis diantaranya :
1. Organisasi kemasyarakatan/social
2. Organisasi kemahasiswaan
3. Organisasi politik
4. Organisasi dunia/kenegaraan dan sebagainya.



Saat ini saya tergabung dalam UKM SNAP Photography Universitas Gunadarma. Setelah mengadakan pameran calon angkatan dan mengikuti pembelajaran di SNAP selama setahun kebelakang saya resmi menjadi anggota angkatan 22 dari UKM ini. Menurut jenisnya organisasi yang saya ikuti ini adalah organisasi kemahasiswaan.

Disini selain berorganisasi saya juga menyalurkan hobi saya dalam photography. Bisa dibilang hobi saya ini didapatkan sejak saya kecil. Sejak kecil saya sudah mencintai dunia ini, karna menurut saya photography adalah suatu hobi yang menyenangkan sekaligus menantang. Tantangannya tentu dalam mengabadikan sebuah foto agar menjadi foto yang indah dipandang dan berkelas. Dalam organisasi ini tidak diharuskan mempunyai kamera tetapi hanya dibutuhkan kemauan dalam mempelajari photography serta kebersamaan antara anggota-anggota organisasi.

Kegiatan disini tentunya selain berorganisasi yaitu saling sharing mengenai photography. Hal ini dilakukan untuk berbagi pengalaman bagi anggota yang telah lama mengikuti organisasi ini kepada anggota yang masih baru. Tidak ada yang namanya senioritas dalam organisasi ini, karena kami menganggap di dalam organisasi ini kami sama-sama belajar.

Sabtu, 13 Juli 2013

Budaya Akademik : Objektif

Budaya akademik dapat diartikan sebagai cara hidup masyarakat ilmiah yang majemuk, multikultural yang bernaung dalam sebuah institusi yang mendasarkan diri pada nilai-nilai kebenaran ilmiah dan objektifitas.
Budaya Akademik (Academic Culture) dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian.Dalam mengembangankan budaya akademik di perguruan tinggi, mahasiswa memegang peran yang sangat besar, disamping adanya bimbingan dari dosen yang bersangkutan. Tetapi semua kembali kepada pribadi masing-masing mahasiswa, apakah mau mengembangkannya ataupun hanya sekedar menjadi wacana belajar di dalam kelas.
Dalam tulisan ini saya akan membahas budaya akademik secara objektif. Kita semua pasti tau arti kata objektif. Objektifitas atau objektif dalam keilmuan berarti upaya-upaya untuk menangkap sifat alamiah (mengindentifikasi) sebuah objek yang sedang diteliti/ dipelajari dengan suatu cara dimana hasilnya tidak tergantung pada fasilitas apapun dari subjek yang menyelidikinya. Keobjektifan, pada dasarnya, tidak berpihak, dimana sesuatu secara ideal dapat diterima oleh semua pihak, karena pernyataan yang diberikan terhadapnya bukan merupakan hasil dari asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu.
Dalam budaya akademik, kita dapat menerapkan objektif ini dalam keseharian pembelajaran. Misalnya sebagai mahasiswa, ketika diminta untuk menilai presentasi teman di kelas. Disini kita diharuskan menilai secara objektif, yaitu menilai dengan tanggapan sendiri dan apa adanya. Jangan karna mereka teman dekat kita, jadinya kita menilai dari sisi positifnya saja. Tetapi harus juga melihat kekurangan mereka dalam menyampaikan materi, karena itu akan membuat mereka belajar dari kesalahan dan dapat lebih baik lagi kedepannya.
Selain mahasiswa, dosen pun juga ikut ambil bagian dalam budaya akademik satu ini, dimana dalam memberikan kuliah harus objektif. Contohnya dengan menilai mahasiswanya secara keseluruhan tidak hanya personal. Tapi tidak menutup kemungkinan dosen juga akan memperhatikan secara personal kepada mahasiswanya, karena setiap dosen punya pandangan yang berbeda dalam mengajar.
Selain di perguruan tinggi, budaya akademik ini juga dapat diterapkan di masyarakat. Dimana orang-orang yang mendapat kesempatan untuk menuntut ilmu lebih harus bisa mengamalkannya dengan benar. Misalnya hal objektif yang dapat dilakukan di masyarakat adalah dalam menilai seseorang. Mungkin jika kita melihat orang pertama kali yang dilihat pertama adalah penampilannya. Saat itu kita hanya bisa menduga-duga bagaimana sikap dan perilaku seseorang itu dari penampilannya saja tanpa bertanya atau pun melihat sendiri. Dari situ kita sudah tidak objektif terhadap orang itu, kita harus kenal dulu baru kita dapat menilai kepribadian seseorang.
Intinya bersikap objektif itu tidak mudah. Adakalanya ketika ingin bersikap objektif kita merasa tidak enak, entah karena hubungan pertemanan, saudara, rekan kerja, ataupun yang lainnya yang dapat menghambat sikap objektif. Tetapi semua itu kembali lagi kepada bagaimana orang lain menyikapi hal itu, dan bagaimana kita melakukannya agar dapat diterima oleh orang tersebut dan juga yang lainnya.

Minggu, 30 Juni 2013

Manusia,Tanggung jawab menghasilkan Kepercayaan dan Profesionalisme



Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta.


Sejak manusia dilahirkan, manusia sudah mempunyai hak dan kewajiban yang mengikat apakah itu dengan Sang Pencipta ataupun dengan peraturan di tempat lahir mereka.  Hak yang paling mendasar adalah Hak Asasi Manusia (HAM).  HAM tidaklah berdiri sendiri, disamping itu ada yang mendampingi HAM yaitu tanggung jawab. Tanggung jawab mengandung 2 unsur kata yaitu menangggung dan menjawab. Menanggung sendiri yaitu memikul sesuatu baik nyata ataupun tidak sedangkan menjawab adalah sesuatu hasil yang mutlak dari sebuah reaksi manusia dalam merespon sesuatu disekitarnya. Dapat diartikan tanggung jawab adalah sesuatu yang ditanggung dan harus dilakukan oleh manusia baik terlihat maupun tidak terlihat.tanggung jawab sendiri erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia maka dari itu diperlukan sebuah tekad untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab.

Bertanggung jawab memanglah bukan hal yang mudah. Harus berani menerima resiko apapun bentuknya. Jika seseorang telah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, maka ia dengan mudah dapat bertanggung jawab disemua kegiatan yang dilakukannya. Seseorang yang dapat bertanggung jawab, maka akan membuat orang lain lebih memiliki kepercayaan terhadap dirinya. Karena orang yang diberi kepercayaan untuk memikul sebuah tanggung jawab adalah hal yang besar. Karena kepercayaan yang diberikan seseorang kepada orang lain mahal harganya. Dengan diberi suatu kepercayaan mereka yakin bahwa kita dapat bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, dan tidak menyalah gunakan kepercayaan itu.
  
Tanggung jawab dan kepercayaan diperlukan dalam dunia kerja nantinya. Keduanya adalah salah satu dari sikap profesionalisme. Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.

Jadi, tanggung jawab,kepercayaan, profesionalisme adalah 3 hal yang erat kaitannya didalam kehidupan manusia. Dengan menyelaraskan ketiganya diharapkan kehidupan sosial manusia menjadi lebih baik lagi.