Rabu, 30 Maret 2016

Isu Terkait Kode Etik dan Profesionalisme





 Kasus Suap Hakim, Wartawan Kecipratan Rp 5 Juta  

  

TEMPO.CO, Bandung - Bendahara Pengeluaran Dinas Pengelolaan, Pupung Khadijah, yang diperiksa untuk empat terdakwa dalam perkara suap hakim Setyabudi Tedjocahyono, mengatakan telah membuat puluhan lembar kuitansi senilai Rp 6,44 miliar selang Juli 2012-Maret 2013. Sebagian besar kuitansi itu untuk pembayaran duit kepada terdakwa Toto Hutagalung melalui terdakwa Asep Triyana, yang diutus Toto datang ke kantor Dinas Pengelolaan.

"Pak Herry (Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Pemkot Bandung, Herry Nurhayat) bilang buat majelis," ujar Pupung ketika menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis, 12 September 2013.

Perincian pengeluaran itu adalah Rp 455 juta pada bulan Juli 2012, Rp 410 juta pada Agustus 2012, Rp 675 juta pada September, Rp 615 juta pada Oktober, Rp 350 juta pada November, dan Rp 1,55 miliar pada September 2012. Selain itu, pada Februari 2013 sebesar Rp 150 juta dan Rp 735 juta, serta pada Maret 2013 sebesar Rp 1,5 miliar.

Pupung menuturkan, pengeluaran itu dicatat melalui 71 lembar kuitansi dan diterbitkan bersama koleganya, Tri Rachmawati. Catatan pengeluaran itu juga merekam pembayaran sejumlah duit kepada panitera dan humas. Ia juga mencatat pengeluaran sebesar Rp 100 juta untuk pengacara para tersangka perkara korupsi dana bantuan sosial Winarno Djati dan Benny Joesoef. Pupung juga menyebutkan duit mengalir ke tim kejaksaan, bahkan wartawan. Beberapa wartawan disebut kecipratan duit masing-masing sebesar Rp 5 juta.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung menggelar sidang pemeriksaan para saksi untuk empat terdakwa kasus suap Setyabudi Tedjocahyono. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Pupung. Ia diperiksa untuk empat terdakwa sekaligus, yakni Setyabudi, Herry Nurhayat, Toto Hutagalung, dan Asep Triyana.

Toto Hutagalung merupakan pemimpin organisasi kemasyarakatan Gasibu Padjajaran di Bandung, yang disebut kenal baik dengan Wali Kota Bandung Dada Rosada. Sementara Asep merupakan kurir yang mengantarkan uang diduga untuk menyuap Setyabudi, yang sedang mengadili perkara dana bansos.





 
Komentar :

Masalah kasus suap sudah bukan menjadi berita besar lagi, melainkan berita yang banyak terjadi dan dilakukan sebagian besar oleh para petinggi untuk menutupi kebenaran suatu kasus ataupun memanipulasi kasus. Terlebih lagi jika masalah tersebut terkait dengan seorang pejabat, mereka akan melakukan apa saja agar berita negatif yang terjadi tidak tersebar. Berapa pun uang yang dikeluarkan untuk membersihkan nama baik mereka, akan dilakukan. Selain instansi terkait permasalahan yang menerima suap, wartawan pun tidak luput akan hal ini. Pemberitaan yang akan dimuat seorang wartawan bias menjadi pisau yang dapat menghancurkan nama baik seseorang yang terlibat masalah, dengan menyuap wartawan mereka menginginkan berita bohong tentang yang terjadi dan menjanjikan sejumlah uang tunai yang tentunya tidak sedikit.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi para jurnalis ini menerima suap, Antara lain adalah tentu nominal uang yang ditawarkan dapat menjamin kehidupan mereka, adanya faktor kekerabatan dengan tersangka atau tuntutan pekerjaan yang berat. Tetapi, jika para jurnalis ini berpegang teguh dengan aturan dan kode etik jurnalisme, hal ini tentu tidak akan mereka lakukan. Karena itu sama saja menyebarkan berita palsu kepada jutaan orang yang melihat, dan juga dapat menjadi boomerang bagi mereka suatu  hari nanti.

Karena secara umum prinsip kode etik jurnalistik mengandung kebenaran (truthfulness) informasi, kejelasan (clarity) informasi, pembelaan atas hak publik, responsibilitas dalam membentuk opini publik, standar pengumpulan dan penyiaran informasi, dan respek pada integritas sumber (Syahputra, 2006). Seorang wartawan sudah sewajarnya harus mengikuti kaidah-kaidah tersebut dalam meliput dan menyiarkan suatu berita. Kesadaran akan etika merupakan hal yang sangat penting dalam profesi jurnalis atau kewartawanan. Dengan adanya kesadara tersebut mekanisme kerja wartawan akan selalu mengacu pada kode perilaku, sehingga setiap langkahnya akan selalu dilandasi pertimbangan yang matang, termasuk dalam mengambil keputusan penulisan isu-isu yang sensitif.




Sumber :
https://nasional.tempo.co/read/news/2013/09/13/078512898/kasus-suap-hakim-wartawan-kecipratan-rp-5-juta
https://mirniabadiatus.wordpress.com/
 

Sabtu, 05 Desember 2015

Distributed System

Question & Answer

1.4 A user arrives at a railway station that she has never visited before, carrying a PDA that is capable of wireless networking. Suggest how the user could be provided with information about the local services and amenities at that station, without entering the station’s name or attributes. What technical challenges must be overcome?
Answer
The user must be able to acquire the address of locally relevant information as automatically as possible. One method is for the local wireless network to provide the URL of web pages about the locality over a local wireless network. For this to work:
(1) the user must run a program on her device that listens for these URLs, and which gives the user sufficient control that she is not swamped by unwanted URLs of the places she passes through; and
(2) the means of propagating the URL (e.g. infrared or an 802.11 wireless LAN) should have a reach that
corresponds to the physical spread of the place itself.

Senin, 20 Juli 2015

Jakarta Sepi X 2015


Jakarta Sepi (19/07) adalah acara tahunan yang diadakan oleh fotografer.net. Acara ini menjadi wajib bagi para fotografer ataupun pecinta fotografi yang tidak mudik dan ingin mengabadikan moment lenggangnya lalu lintas Ibukota. 



Disini juga ajang berkumpulnya para fotografer profesional, dari fotografer komersil, fotografer jurnalis sampai fotografer instagram turut memeriahkan acara ini. 











Selain itu acara ini juga ada hunting model bersama, dimana satu model dikelilingi oleh banyak fotografer, bayangkan gimana crowded nya saat sesi motret diadakan. Tapi justru disitulah letak keseruan acara ini.







Dan ini adalah beberapa hasil jepretan saya di Jakarta Sepi X 2015








Senin, 30 Maret 2015

PARAGRAF BERPOLA DEDUKTIF DAN INDUKTIF

PARAGRAF BERPOLA DEDUKTIF DAN INDUKTIF


1.  Paragraf Berpola Deduktif
Salah satu negara maju yang ada di Asia Timur adalah Jepang. Jepang diakui sebagai negara maju karena perkembangan teknologinya yang cukup pesat. Karena teknologi yang terus dikembangan inilah yang membuat perekonomian terus meningkat. Banyak sektor yang sangat terbantu karena perkembangan teknologi,antar lain dalam sektor pertanian,industri,pariwisata dan lain sebagainya. Pemerintah pun berperan besar dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan teknologi yang ada agar tetap jadi yang terdepan.

Penjelasan :
Paragraf Deduktif adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum ke hal yang lebih khusus. Artinya diawali dengan kalimat umum pada pembuka paragraf kemudian didukung dengan kalimat penjelas. Gagasan utama terletak pada kalimat pertama dalam suatu paragraf.



2.  Paragraf  Berpola Induktif
Manchester City menang telak atas West Bromwich dengan skor akhir 3-0. Swansea sementara unggul atas Aston Villa dengan 1-0.  Chelsea menang 3-2 atas Hull dan menduduki peringkat 1 klasemen sementara. Mata membawa kemenangan untuk Manchester United 2-1 atas Liverpool. Diurutan 3 klasemen ada Arsenal yang menag 2-1 atas Newcastle. Totthenham menang tipis atas Leicester dengan skor 4-3. Semua club bola ini merupakan club yang bertanding dalam Barclays Premier League.

Penjelasan :
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.






Sumber :
1.http://ilmubloggersyahdan.blogspot.com/2013/10/pengertian-dan-contoh-kalimat-paragraf.html

2.http://kiblatbola.com/hasil-pertandingan-liga-inggris-terbaru/244/