Selasa, 18 Maret 2014

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI



PENGERTIAN KOMUNIKASI
1.        Menurut Sarah Trenholm dan Arthur Jensen(1996:4), komunikasi adalah sebagai :
“A process by which a source transmits a message to a receiver through some channel”  (hlm.6)¹

2.       Menurut Everett M. Rogers dan Lawrence  Kincaid (1981:18) menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain,yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.(hlm.6)¹

Jadi, pengertian komunikasi adalah adanya saling bertukar informasi antara seseorang dengan orang lain, seseorang dengan kelompok lain, atau kelompok yang satu dengan kelompok lainnya yang menghasilkan sebuah pemahaman diantaranya.

Komunikasi juga merupakan hal yang penting dalam suatu organisasi, karna tanpa adanya komunikasi sistem dalam organisasi tersebut tidak dapat berjalan. Proses pengambilan keputusan, adalah hal penting yang memerlukan komunikasi antar ketua maupun anggota dalam organisasi. Selain itu semua hal yang menyangkut maju mundurnya suatu organisasi tergantung bagaimana penyampaian informasi didalamnya. Karena bagaimanapun jika terjadi salah komunikasi dapat membuat suatu organisasi itu tak dapat berkembang atau pun bubar.

JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Jenis Komunikasi :
Komunikasi lisan

·         komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.

·         komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.

Komunikasi tulisan

·         komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.

·         komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku.  dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.


Adapun jenis- jenis komunikasi dalam organisasai antara lain :

a. Komunikasi formal vs informal

Komunikasi formal adalah komunikasi yang mengikuti rantai komando yang dicapai oleh hirarki wewenang. Komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi diluar dan tidak tergantung pada herarki wewenang. Komunikasi informal ini timbul karena adanya berbagai maksud, yaitu
- Pemuasan kebutuhan manusiawi,
- Perlawanan terhadap pengaruh yang monoton dan membosankan,
- Keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain,
- Sumber informasi hubungan pekerjaan.

Jenis lain dari komunikasi informasi adalah adalah dasas-desusyang secara resmi tidak setuju. Desas-desus ini juga mempunyai peranan fungsional sebagai alat komunikasi tambahan bagi organisasi.

b. Komunikasi ke bawah vs komunikasi ke atas

Komunikasi kebawah mengalir dari peringkat atas ke bawah dalam herarki. Kelemahan dari komunikasi kebawah adalah kemungkinan terjadinya penyaringan sensor informasipenting yang ditujukan kepada bawahan. Ketidaklengkapan pesan yang diterima disebabkan olehsaluran komunikasi yang cukup panjang mulai dari manajer puncak ke karyawannya.

Komunikasi ke atas adalah berita yang mengalir darin peringkat bawah ke atas atas suatu organisasi. Untuk mencapai keberhasilan komunikasi dari bawah ketaspara manajer harus percaya penuh kepada bawahannya. Salah satu kelemahan komunikasidari bawah ketas adlah kemungkinan bawahan hanya menyampaikan informasi yang baik-baik saja.

Proses Komunikasi :

Proses komunikasi adalah dimana seorang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, setelah itu komunikan berusaha untuk memahami maksud dan tujuan dari inofrmasi yang disampaikan, setalah itu komunikan memberikan respon kepada komunikator berupa tanggapan atas informasi yang disampaikan.


KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi efektif adalah berkomunikasi dengan singkat,padat dan jelas sehingga mudah dimengerti oleh lawan bicara. Komunikasi yang efektif juga dapat mempermudah dalam pemahaman informasi yang disampaikan. Seorang komunikan dapat menangkap maksud dari informasi yang disampaikan komunikator dengan senang apalagi sampai mempengaruhi sikapnya dalam kehidupan sehari-hari, berarti seorang komunikator tersebut telah berhasil membuat komunikasi yang efektif diantara mereka.
Komunikasi yang tidak efektif  dapat mengganggu hubungan antara komunikator dan komunikan, seperti kemarahan, kebingungan dan frustasi akibat informasi yang disampaikan berbelit belit ataupun aneh untuk didengar. Maka dari itu komunikasi yang efektif sangat perlu diterapkan dalam organisasi, baik itu secara lisan maupun tulisan.

IMPLIKASI MANAJERIAL
Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :

1.      Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2.      Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.

Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.
 

DAFTAR PUSTAKA
Wiryanto,2004,Pengantar Ilmu Komunikasi,Jakarta ,Grasindo
Purwanto, Djoko,2006,Komunikasi Bisnis/Edisi Ketiga,Jakarta,Erlangga
Harun,Rochajat,2008 ,Komunikasi Organisasi,Jakarta,Mandar Maju
Melky, Jenis-jenis Komunikasi, http://melkyat.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-komunikasi.html. Diakses pada Selasa, 18 Maret 2014 Pukul 13:57
Prasetyo, Dimas Ihsan, Implikasi Manajerial,http://dimasihsanprasetyo.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial.html. Diakses pada Rabu, 19 Maret Pukul 01.20



 

 



Kamis, 23 Januari 2014

Kepemimpinan Dalam Organisasi


  Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitupemimpins ebagai
subjek dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan,
membina atau mengatur,menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin
mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas
kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap
orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke pemimpinannya.

Secara relatif ada 3 macam gaya kepemimpinan yang berbeda yaitu :
1. Otokratis, mempunyai ciri-ciri:
  • Semua penentuan kebijaksanaan dilakukan oleh pimpinan  dan langkah kegiatan diatur oleh atasan tiap waktu
  • Pemimpin biasanya biasanya mendikte tugas kerja bersama setiap anggota
  • Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota
2. Demokratis, mempunyai ciri-ciri :
  • Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi & keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan pemimpin
  • Kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan bila dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis, pemimpin mengarahkan 2 atau lebih alternatif yang dapat dipilih
  • Para anggota bebeas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan kelompok
  • Pemimpin adalah objektif atau fact minded.
3. Laissez Faire, mempunyai ciri-ciri :
  • Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin
  • Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberikan informasi pada saat ditanya
  • Sama sekali tidak ada partsipasi pemimpin dalam penentuan tugas
  • Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggotanya

Tipe – Tipe Kepemimpinan
1.Tipe Otokratis
Ciri-cirinya antara lain:
a.     Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
b.     Menganggap dirinya paling berkuasa
c.     Keras dalam mempertahankan prinsip
d.     Jauh dari para bawahan
e.     Perintah diberikan secara paksa

2. Tipe Laissez Faire
Ciri-cirinya antara lain :
a.    Memberi kebebasan kepada para bawahan
b.    Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
c.    Semua pekerjaab dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
d.    Tidak mempunyai wibawa
e.    Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik

3. Tipe Paternalistik
Ciri-cirinya antara lain :
a.    Pemimpin bertindak sebagai bapak
b.   Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
c.    Selalu memberikan perlindungan
d.   Keputusan ada ditangan pemimpin
4. Tipe Kepemimpinan
Ciri-cirinya antara lain :
a.   Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b.   Menggunakan sistem komanda/perintah
c.   Segala sesuatu bersifat formal
d.   Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku

5. Tipe Demokratis
Ciri- cirinya antara lain :
a.    Berpatisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
b.   Bersifat terbuka
c.   Bawahan diberi kesempatan untuk member saran dan ide – ide baru
d.   Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
e.   Menghargai potensi individu

6. Tipe Open Leadership
            Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

Kasus 1 : Hartoyo Sebagai Manajer
Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pension dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa karyawannya menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada drs. Abdul hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul hakim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunnikasi “grapevine”, bahwa para karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (hartoyo) menyatakan, “dalam tentara,saya membuat semua keputusan untuk bagian saya,dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Pertanyaan kasus:
1.            Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan motivasi bawahan hartoyo sekarang dan dulu sewaktu ditentara.
2.            Konsekuensinya apa, bila hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?
Analisa kasus:
1.      Gaya kepemimpinan hartoyo adalah otokratis,dimana semua yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam departemen,dia yang memutuskan sendiri. Keuntungan gaya kepemimpinan ini adalah semua yang diinginkannya terpenuhi, tetapi tidak melihat kepada bawahannya,apakah mereka setuju atau tidak. Karena diperusahaan dan dengan bawahan yang berbeda,mereka menginginkan adanya demokrasi dalam pengambilan keputusan. Berbeda dengan bawahan saat ditentara yang melaksanakan semua perintah dari pemimpinnya.

2.      Bila hartoyo tetap menjalankan gaya kepemimpinan dia seperti itu, kinerja dari departemennya akan semakin menurun, hal itu tentu akan berimbas kepada kinerja perusahaan yang tentunya akan menurun juga. Sebaiknya perusaahan membicarakan masalah ini langsung dengan hartoyo dan beserta perwakilan dari bawahannya,agar dapat menemukan jalan keluar yang baik buat hartoyo,bawahannya,dan tentunya perusahaan tersebut.

Kesimpulan:
Mengambil keputusan secara sepihak mungkin lebih menghemat waktu dan tenaga, tetapi pada situasi berorganisasi juga diperlukan musyawarah antar anggota, agar keputusan yang diambil sesuai dan tujuan yang diinginkan pun tercapai.


Selasa, 07 Januari 2014

Kecil Namun Menyenangkan..


Mengoleksi action figure adalah salah satu hal yang dijadikan hobby oleh banyak para otaku atau pecinta anime. Banyak sekali action figure yang dapat dikoleksi dari tokoh anime yang disukai. Action figure bisa menjadi pilihan pajangan di kamar,selain itu juga dapat menghias kamar agar tidak terlihat sepi.  Salah satu action figure yang banyak diminati adalah action figure dari anime Naruto. 


Donald Duck-Naruto


Anime ini memang menjadi salah satu anime paling terfavorit se-Jepang maupun diluar Jepang. Banyaknya karakter dan tokoh dalam anime ini, menjadikan action figurenya pun banyak dan beraneka ragam.  Satu karakter saja bisa terdapat lebih dari 1 action figurenya, dengan gaya atau pun penampilan yang berbeda.

Naruto Vs Sasuke


Selain naruto masih banyak lagi action figure dari tokoh-tokoh anime lainnya ataupun action figure super hero ternama, seperti spiderman,batman,superman,dan lainnya. Selain dijadikan koleksi, action figure juga dapat dijadikan objek foto yang menarik. Ekspresi yang unik dari action figure tersebut dan pose-posenya yang menarik menjadi nilai tambah untuk difoto. 








Saat ini pecinta action figure tidak hanya dari kalangan remaja pecinta jepang saja ataupun super hero tetapi orang dewasa yang suka mengoleksi action figure pun tidak kalah banyak. Karna semakin banyak penggemarnya tidak heran jika banyak komunitas yang terbentuk, yang berkumpul untuk sekedar sharing koleksi atau menjadi ajang bisnis yang menyenangkan.
Kagebunshin No Jutsu
 



Photo by me (Tania)