Rabu, 13 November 2013

STRUKTUR ORGANISASI



1.Pendahuluan
Pengertian organisasi
Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Beberapa Teori Organisasi

1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Pengertian Dari Struktur Organisasi

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

Adapun faktor-faktor  utama yang menentukan  perancangan struktur organisasi sebagai berikut:
1.      Strategi  Organisasi  untuk mencapai  tujuannya.
2.      Teknologi yang digunakan. 
3.      Anggota (karyawan)  dan orang-orang  yang terlibat  dalam organisasi. 
4.      Ukuran organisasi.

Sedangkan unsur-unsur  struktur organisasi  terdiri dari:

1.    Spesialisasi kegiatan  berkenaan  dengan spesifikasi  tugas-tugas  individual  dan kelompok kerja  dalam organisasi  (pembagian kerja)  dan penyatuan  tugas-tugas   tersebut menjadi   satuan-satuan kerja   (departementalisasi)

2.    Standarisasi  kegiatan, merupakan  prosedur-prosedur  yang digunakan  organisasi  untukmenjamin  terlaksananya  kegiatan seperti  yang direncanakan .

3.    Koordinasi  kegiatan  menunjukan  prosedur-prosedur  yangmengintegrasikan  fungsi-fungsi satuan-satuan  kerja dalam  organisasi .

4.    Sentralisasi dan desentralisasi  pembuatan keputusan  yangmenunjukan lokasi  (letak)  kekuasaan pembuatan  keputusan.

5.    Ukuran satuan kerja menunjukan  jumlah karyawan  dalam suatu  kelompok kerja.



2. Bentuk-bentuk Organisasi
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
  • Pembagian kerja.
  • Rantai perintah.
  • Tipe pekerjaan yang dilaksanakan.
  • Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
  • Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat igambarkan sebagai berikut :
  1. Bentuk Piramidal.
  2. Bentuk Vertikal.
  3. Bentuk Horisontal
  4. Bentuk Melingkar
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

    2. Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi. 

3. Organisasi Fungsional 
    Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas. 
  
    
     4. Organisasi Panitia  
     Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.  
 



Source :
http://id.wikipedia.org/Wiki/Organisasi http://bungadit.blogspot.com/2009/11/macam-macam-organisasi.html
http://blogputuyuda01.blogspot.com/2009/11/pengertian-struktur-organisasi-dan.html 
www.indonetasia.com 





Selasa, 22 Oktober 2013

ORGANISASI



  • ·         Definisi Organisasi


Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu


  • ·         Organisasi Menurut Para Ahli:


1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


  • ·         Syarat Organisasi:


1.      Adanya visi dan misi
2.      Keselarasan tujuan
3.      Adanya struktur jabatan dan
4.      Adanya pembagian kerja.

Berdasarkan bentuknya organisasi dapat di klasifikasikan kedalam 4 jenis yakni :
1. Organisasi garis
2. Organisasi garis dan staff
3. Organisasi fungsional
4. Organisasi panitia

Namun secara umum organisasi dibedakan dalam beberapa jenis diantaranya :
1. Organisasi kemasyarakatan/social
2. Organisasi kemahasiswaan
3. Organisasi politik
4. Organisasi dunia/kenegaraan dan sebagainya.



Saat ini saya tergabung dalam UKM SNAP Photography Universitas Gunadarma. Setelah mengadakan pameran calon angkatan dan mengikuti pembelajaran di SNAP selama setahun kebelakang saya resmi menjadi anggota angkatan 22 dari UKM ini. Menurut jenisnya organisasi yang saya ikuti ini adalah organisasi kemahasiswaan.

Disini selain berorganisasi saya juga menyalurkan hobi saya dalam photography. Bisa dibilang hobi saya ini didapatkan sejak saya kecil. Sejak kecil saya sudah mencintai dunia ini, karna menurut saya photography adalah suatu hobi yang menyenangkan sekaligus menantang. Tantangannya tentu dalam mengabadikan sebuah foto agar menjadi foto yang indah dipandang dan berkelas. Dalam organisasi ini tidak diharuskan mempunyai kamera tetapi hanya dibutuhkan kemauan dalam mempelajari photography serta kebersamaan antara anggota-anggota organisasi.

Kegiatan disini tentunya selain berorganisasi yaitu saling sharing mengenai photography. Hal ini dilakukan untuk berbagi pengalaman bagi anggota yang telah lama mengikuti organisasi ini kepada anggota yang masih baru. Tidak ada yang namanya senioritas dalam organisasi ini, karena kami menganggap di dalam organisasi ini kami sama-sama belajar.

Sabtu, 13 Juli 2013

Budaya Akademik : Objektif

Budaya akademik dapat diartikan sebagai cara hidup masyarakat ilmiah yang majemuk, multikultural yang bernaung dalam sebuah institusi yang mendasarkan diri pada nilai-nilai kebenaran ilmiah dan objektifitas.
Budaya Akademik (Academic Culture) dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian.Dalam mengembangankan budaya akademik di perguruan tinggi, mahasiswa memegang peran yang sangat besar, disamping adanya bimbingan dari dosen yang bersangkutan. Tetapi semua kembali kepada pribadi masing-masing mahasiswa, apakah mau mengembangkannya ataupun hanya sekedar menjadi wacana belajar di dalam kelas.
Dalam tulisan ini saya akan membahas budaya akademik secara objektif. Kita semua pasti tau arti kata objektif. Objektifitas atau objektif dalam keilmuan berarti upaya-upaya untuk menangkap sifat alamiah (mengindentifikasi) sebuah objek yang sedang diteliti/ dipelajari dengan suatu cara dimana hasilnya tidak tergantung pada fasilitas apapun dari subjek yang menyelidikinya. Keobjektifan, pada dasarnya, tidak berpihak, dimana sesuatu secara ideal dapat diterima oleh semua pihak, karena pernyataan yang diberikan terhadapnya bukan merupakan hasil dari asumsi (kira-kira), prasangka, ataupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu.
Dalam budaya akademik, kita dapat menerapkan objektif ini dalam keseharian pembelajaran. Misalnya sebagai mahasiswa, ketika diminta untuk menilai presentasi teman di kelas. Disini kita diharuskan menilai secara objektif, yaitu menilai dengan tanggapan sendiri dan apa adanya. Jangan karna mereka teman dekat kita, jadinya kita menilai dari sisi positifnya saja. Tetapi harus juga melihat kekurangan mereka dalam menyampaikan materi, karena itu akan membuat mereka belajar dari kesalahan dan dapat lebih baik lagi kedepannya.
Selain mahasiswa, dosen pun juga ikut ambil bagian dalam budaya akademik satu ini, dimana dalam memberikan kuliah harus objektif. Contohnya dengan menilai mahasiswanya secara keseluruhan tidak hanya personal. Tapi tidak menutup kemungkinan dosen juga akan memperhatikan secara personal kepada mahasiswanya, karena setiap dosen punya pandangan yang berbeda dalam mengajar.
Selain di perguruan tinggi, budaya akademik ini juga dapat diterapkan di masyarakat. Dimana orang-orang yang mendapat kesempatan untuk menuntut ilmu lebih harus bisa mengamalkannya dengan benar. Misalnya hal objektif yang dapat dilakukan di masyarakat adalah dalam menilai seseorang. Mungkin jika kita melihat orang pertama kali yang dilihat pertama adalah penampilannya. Saat itu kita hanya bisa menduga-duga bagaimana sikap dan perilaku seseorang itu dari penampilannya saja tanpa bertanya atau pun melihat sendiri. Dari situ kita sudah tidak objektif terhadap orang itu, kita harus kenal dulu baru kita dapat menilai kepribadian seseorang.
Intinya bersikap objektif itu tidak mudah. Adakalanya ketika ingin bersikap objektif kita merasa tidak enak, entah karena hubungan pertemanan, saudara, rekan kerja, ataupun yang lainnya yang dapat menghambat sikap objektif. Tetapi semua itu kembali lagi kepada bagaimana orang lain menyikapi hal itu, dan bagaimana kita melakukannya agar dapat diterima oleh orang tersebut dan juga yang lainnya.